Pengertian Masyarakat Multikultural dan Contohnya

Pendidikan
Pengertian Masyarakat Multikultural

Pengertian Masyarakat Multikultural dan Contohnya – Istilah “multikulturalisme” baru-baru ini mulai dibahas di berbagai kalangan sehubungan dengan pecahnya konflik etnis di negara ini. Multikulturalisme Indonesia dianggap sebagai faktor utama dalam pecahnya konflik.

Konflik seperti SARAH, yaitu situasi etnis, agama, ras, dan antarkelompok yang terjadi di Aceh, Ambon, Papua, Kupang, Maluku dan daerah lain, adalah kenyataan yang dapat mengancam integrasi negara, di satu sisi, dan memerlukan solusi khusus dalam resolusi di sisi lain. Hingga muncul konsep multikulturalisme. Multikulturalisme digunakan sebagai titik referensi utama untuk menciptakan masyarakat multikultural yang damai.

Memahami Komunitas Multikultural Menurut Para Ahli

Menurut C.W. Watson (1998) dalam bukunya Multiculturalism
berbicara tentang masyarakat multikultural adalah berbicara tentang orang-orang di suatu negara, negara, wilayah, bahkan lokasi geografis yang terbatas, seperti kota atau sekolah, yang terdiri dari orang-orang yang memiliki budaya yang berbeda dalam kesetaraan.

J.S. Furnivall
Masyarakat multikultural: masyarakat yang terdiri dari dua komunitas atau lebih (kelompok) yang secara budaya dan ekonomi terpecah dan memiliki struktur kelembagaan yang berbeda satu sama lain.

Berdasarkan konfigurasi (komposisi) dan komunitas etnis, berbagai masyarakat berbeda:

  • Masyarakat yang rumit dengan komposisi yang seimbang

Terdiri dari sejumlah komunitas atau kelompok etnis dengan daya saing yang kurang lebih seimbang. Koalisi antaretnis diperlukan untuk membuat orang stabil

  • Masyarakat yang sulit dengan mayoritas dominan

Ini terdiri dari sejumlah komunitas etnis dengan kekuatan kompetitif yang tidak seimbang. Kelompok mayoritas etnis mendominasi persaingan politik dan ekonomi.

  • Masyarakat yang rumit dengan minoritas yang dominan

Etnis minoritas memiliki keunggulan kompetitif luas yang mendominasi kehidupan politik dan ekonomi masyarakat.

  • Masyarakat terfragmentasi yang rumit

Ini terdiri dari sejumlah kelompok etnis, tetapi semuanya dalam jumlah kecil, sehingga tidak ada kelompok yang memiliki posisi politik atau ekonomi yang dominan. Biasanya sangat stabil, walaupun masih berpotensi konflik karena rendahnya potensi pembentukan koalisi.

  • Nasikun

Masyarakat yang rumit: orang-orang yang menganut sistem nilai yang berbeda yang dicakup oleh unit sosial yang berbeda, yang merupakan bagian dari mereka, sedemikian rupa sehingga anggota masyarakat kurang loyal terhadap masyarakat secara keseluruhan, tidak memiliki homogenitas budaya dan bahkan tidak memiliki dasar untuk saling memahami.

Karakteristik Masyarakat Multikultural :

Pengertian Masyarakat Multikultural

  • Segmentasi terjadi dalam berbagai bentuk kelompok subkultur.
  • Ia memiliki struktur sosial yang terbagi menjadi institusi yang tidak saling melengkapi.
  • Kurang mengembangkan konsensus di antara anggotanya tentang nilai-nilai inti
  • Relatif sering timbul konflik antara satu kelompok dengan kelompok lainnya.
  • Mengenai integrasi sosial, tumbuh pada paksaan dan saling ketergantungan di bidang ekonomi
  • Dominasi politik kelompok dalam kaitannya dengan kelompok lain

Karakteristik masyarakat multikultural

  • Ia memiliki lebih dari satu struktur budaya.
  • Nilai-nilai inti, yang merupakan kesepakatan bersama, sulit untuk dikembangkan.
  • sering ada konflik sosial yang berbau SARAH.
  • struktur sosial tidak lagi saling melengkapi.
  • proses integrasi lambat.
  • dominasi ekonomi, politik dan sosiokultural sering terjadi.

Pierre L. Wa den Berge, seorang sosiolog terkemuka, menjelaskan karakteristik masyarakat multikultural dan memprediksi konsekuensi kehidupan sehari-hari sebagai berikut:

Segmentasi terjadi pada kelompok budaya yang berbeda (primer). Komunitas multikultural yang tersegmentasi ke dalam kelompok subkultur yang berbeda adalah orang-orang yang dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil berdasarkan ras, etnis, agama masing-masing dan dalam hubungan yang terpisah, karena orang lebih suka berinteraksi dengan hanya satu kelompok etnis, ras atau agama.

Dalam pengertian lain, komunitas multikultural dipandang hidup bersama, meskipun berbeda ras, agama dan kelompok etnis (tersegmentasi), tetapi dalam kehidupan sehari-hari mereka sering memilih untuk berteman atau berkomunikasi dengan orang-orang dari wilayah mereka, karena dianggap lebih mudah bagi mereka untuk berkomunikasi memiliki kesamaan. komunikasi internal dan memiliki banyak kesamaan.

Baca Juga :