4
5

Ini dia nama kucing kesayangan PB X yang ada batu nisannya di trotoar di Solo Baru. dikuburkan

Sebuah makam di trotoar yang menghubungkan Solo-Sukoharjo di kawasan Tanjunganom Solo Baru merupakan makam kucing kesayangan Raja Pakubuwono (PB) X. Sejarawan mengatakan bahwa kucing favorit PB X adalah Persia.

Komunitas sejarah Kota Solo, Solo Societeit, pernah melakukan kajian terhadap makam kucing tersebut. Ketua Societeit Solo Dani Saptoni mengatakan, PB X memiliki tiga ekor kucing.

“Dari sejumlah dokumen yang saya baca, PB X memiliki tiga kucing, dua Persia, satu lagi Siam.

Dulu kucing Persia ini sangat langka,” kata Dani saat ditemui Selasa (9/11). detikcom dihubungi / 2021).
Baca juga:
Ada Makam di Trotoar Solo Baru, Ternyata Makam Kucing Kesayangan Raja PB X

Menurutnya, kucing Persia milik PB X ini juga dikenal dengan jenis Candramawa. Nama Candramawa berasal dari kisah penyair terkenal R Ng Ronggowarsito.

Candramawa sendiri adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kucing hitam

dengan tanda putih di kepala dan kakinya. Ada sebuah legenda dalam Serat Pustaka Raja Purwa Ronggowarsitos yang menceritakan tentang Dewa Candra atau dewa bulan yang pernah menjelma menjadi kucing. kucing juga memiliki mata setajam bulan purnama,” ujarnya.
Makam kucing kesayangan Keraton Surakarta Kasunanan, Pakubuwono (PB) X di trotoar Solo Sukoharjo, Selasa (9/11/2021) Makam kucing kesayangan PB X di trotoar Solo Baru. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Nama kucing yang dikubur itu, kata Dani, adalah Nyai Sembro, seekor kucing betina. Nama tersebut sesuai dengan aksara Jawa di bagian selatan batu nisan.

“Itu tulisannya ‘Klangenandalem Nyai Sembro’. Artinya hewan kesayangan raja, kucing betina ini namanya Nyai Sembro,” kata Dani.
Baca juga:
Serangkaian aksi Gibran, memarkir mobil perusahaan, “mengawasi” pelanggaran di Solo

Mengenai keberadaan makam di trotoar di kawasan Tanjunganom

, Dani mengatakan pada zaman dahulu tempat tersebut merupakan makam khusus hewan peliharaan Keraton Kasunanan Surakarta. Namun hanya kucing yang dikubur dengan batu nisan atau nisan.

“Dulu ada kuburan hewan kesayangan keraton. Tapi yang ada di kijing (batu nisan bertanda) hanya kucingnya,” katanya.

LIHAT JUGA :

https://nac.co.id/
https://futsalin.id/
https://evitdermaclinic.id/
https://kabarsultengbangkit.id/
https://journal-litbang-rekarta.co.id/
https://jadwalxxi.id/
https://www.greenlifestyle.or.id/
https://www.kopertis2.or.id/
https://rsddrsoebandi.id/
https://www.ktb-mitsubishimotors.co.id/
https://www.topijelajah.com/
https://mesinmilenial.com/