Berbagai penyebab nyeri dada saat berolahraga

Kesehatan

Pernahkah Anda mengalami nyeri dada hebat selama latihan? Banyak orang sering berpikir bahwa nyeri dada selama latihan disebabkan oleh serangan jantung. Meski belum tentu. Ada banyak kondisi lain yang bisa menjadi penyebabnya, bahkan ringan hingga parah.

Apa yang membuat Anda penasaran? Lihat jawabannya di sini.

Berbagai penyebab nyeri dada saat berolahraga

Berikut adalah lima alasan paling umum mengapa dada Anda sakit selama latihan:

1. Otot-otot tegang
Tulang di sekitar dada dan tulang rusuk dibungkus dengan banyak otot interkostal. Tanpa disadari, berolahraga dengan kecepatan atau intensitas tinggi sebenarnya bisa mengencangkan otot-otot di sekitar dada Anda. Akibatnya, Anda mengalami sakit dada saat berolahraga.

Biasanya kondisi ini disebabkan oleh teknik yang salah saat mengangkat beban, menarik ke atas atau berjongkok. Tidak hanya itu, faktanya, dehidrasi atau kekurangan elektrolit dalam tubuh juga dapat menyebabkan penguatan otot-otot di sekitar dada.

2. Gangguan pencernaan
Anda mungkin tidak pernah memikirkan nyeri dada yang Anda rasakan saat berolahraga dapat disebabkan oleh gangguan pencernaan.

Salah satu masalah pencernaan yang paling umum yang menyebabkan nyeri dada adalah mulas, yang terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. Kondisi ini biasanya terjadi setelah makan makanan yang menyebabkan keasaman lambung naik sebelum berolahraga.

3. Asma
Apakah Anda salah satu dari orang-orang yang memiliki riwayat asma? Dalam hal ini, nyeri dada selama latihan dapat disebabkan oleh kondisi tersebut. Namun, tidak semua penderita asma akan mengalami kekambuhan gejala saat berolahraga.

Beberapa orang yang tidak memiliki riwayat asma juga dapat mengalami gejala asma (seperti sesak napas dan mengi) hanya ketika mereka berlatih.

Penting untuk dipahami bahwa olahraga tidak menyebabkan asma. Namun, olahraga dapat menjadi salah satu pemicu gejala asma pada pasien dengan kondisi medis tertentu.

4. Angina
Angina pectoris, atau lebih dikenal sebagai angina (angin duduk) adalah perasaan tidak nyaman yang disertai dengan nyeri dada yang hebat. Pada dasarnya kondisi ini bukan penyakit, tetapi merupakan gejala penyakit jantung, seperti penyakit jantung koroner. Latihan intensitas tinggi dan stres dapat memicu kondisi ini pada mereka yang menderita penyakit jantung koroner.

Kurangnya pasokan darah yang mencapai jantung menyebabkan lebih sedikit oksigen yang diangkut ke jantung untuk memompa darah. Akibatnya, Anda akan merasakan rasa sesak, sakit atau sakit di dada Anda seolah-olah Anda ditusuk. Nyeri dada yang kadang bisa dirasakan bisa menyebar ke lengan kiri, leher, rahang, bahu atau punggung.

5. Kardiomiopati hipertrofik
Kardiomiopati adalah penyakit genetik yang menyebabkan penebalan abnormal pada otot jantung.

Selama latihan, semua otot bergerak. Termasuk otot jantung. Saat berolahraga dengan intensitas tinggi, otot jantung seseorang yang memiliki riwayat kardiomiopati akan menjadi lebih sering. Penebalan ini membuat jantung lebih sulit memompa oksigen sehingga aliran listrik terganggu.

Kondisi ini dapat menyebabkan pusing, kanker, sesak napas dan bahkan nyeri dada saat berolahraga. Dalam kasus yang parah, seseorang mungkin juga mengalami serangan jantung dan bahkan serangan jantung mendadak selama latihan karena kardiomiopati.

6. Serangan jantung
Nyeri dada selama latihan dapat disebabkan oleh infark miokard atau serangan jantung. Serangan jantung terjadi ketika otot jantung rusak karena tidak bisa mendapatkan darah yang kaya oksigen.

Ciri umum serangan jantung adalah nyeri dada kiri mendadak dengan nyeri hebat. Nyeri dada ini digambarkan sebagai adanya tekanan, rasa tertekan atau perasaan sesak di rongga dada.

Anda juga bisa mengalami sesak napas. Bahkan, beberapa pasien juga mengalami keringat dingin sebelum mengalami serangan jantung

Orang dengan riwayat serangan jantung sebelumnya akan berisiko menderita serangan jantung mendadak selama berolahraga. Kondisi ini memerlukan perawatan medis segera karena dapat mengancam jiwa jika tidak segera diobati.

Baca juga: