Alasan mengapa anak-anak buruk dan berperilaku buruk

Kesehatan

Merawat dan merawat anak-anak bukanlah tugas yang mudah. Apalagi jika anak Anda sering iseng dan terus menguji kesabaran Anda. Sebelum Anda marah dan menghukumnya, akan lebih baik jika Anda terlebih dahulu memahami apa yang menyebabkannya. Jadi apa yang mendorong anak-anak menjadi buruk dan nakal?

Alasan mengapa anak-anak buruk dan berperilaku buruk

Mencuri, memukul, menggigit, melanggar aturan atau menyangkal kata-kata Anda, salah satunya pasti dilakukan anak Anda. Perilaku buruk pada anak-anak ini perlu diluruskan, tetapi tidak selalu ditangani dengan hukuman atau celaan. Dalam beberapa kasus, anak Anda mungkin hanya dihadapkan dengan nasihat.

Juga, untuk menghadapi kenakalan anak Anda, Anda perlu tahu penyebabnya. Ini membuatnya mudah untuk mengatasi sikap anak yang buruk. Beberapa hal yang dapat mendorong anak untuk berperilaku buruk termasuk:
1. Rasa ingin tahu yang tinggi dan rasa ingin tahu

Anak-anak yang baru belajar harus belajar berbagai hal di sekitar mereka. Ini menciptakan rasa ingin tahu yang tinggi dan rasa ingin tahu pada anak. Lebih jauh lagi, perkembangan fungsi otak mereka yang tidak sempurna, apalagi, tidak dapat memahami konsep benar atau salah sementara orang tidak berpikir panjang untuk melakukan sesuatu.
2. Tidak dapat berkomunikasi dengan baik

Bahkan kemampuan anak-anak yang tidak memenuhi syarat dalam komunikasi dapat menjadi penyebabnya. Meskipun komunikasi sangat diperlukan bagi anak-anak untuk mengekspresikan pendapat atau keinginan mereka. Ketika orang lain tidak mengerti apa yang mereka inginkan, anak-anak berperilaku buruk, seperti menangis dengan keras, menjerit, memukul atau menggigit.
3. Mencari perhatian

Anak-anak suka diperhatikan. Baik orang tua maupun teman. Keinginan untuk diperhatikan ini dapat mendorong anak-anak untuk melakukan hal-hal buruk. Kasus ini biasanya cenderung terjadi pada anak-anak yang diabaikan oleh orang tua mereka karena perceraian, sibuk bekerja atau dijauhi oleh teman-teman mereka.
4. Memiliki masalah medis

Anak-anak dengan disleksia lebih mudah frustrasi karena mereka sulit dipelajari. Kesulitan-kesulitan ini membuat mereka memberontak dengan cara yang buruk, seperti tidak melakukan pekerjaan sekolah atau tidak pergi ke sekolah.

Selanjutnya, anak-anak dengan masalah kesehatan, seperti autisme, ADHD, gangguan bipolar, gangguan kecemasan atau gangguan obsesif-kompulsif juga dapat mendorong anak-anak untuk melakukan kenakalan.
5. Cara merawat diri sendiri yang tidak benar

Selain faktor pada anak, orang tua juga bisa mendorong anak untuk berbuat buruk. Ini umumnya terjadi pada orang tua yang menerapkan gaya pengasuhan yang salah. Misalnya, memberikan terlalu banyak kritik, terlalu protektif, melebih-lebihkan dengan anak-anak atau menerapkan kekerasan.

Baca juga :